Renungan hati ( kunci hidup )


Ada seorang gadis cilik penjual bunga , setelah menjual semua bunganya dia menyisakan 1 kuntum bunganya untuk memberikannya kepada seorang pengemis di pinggir jalan , si pengemis tidak pernah menyangka ada seorang gadis cilik yang selalu memberikan bunga kepadanya.mungkin pengemis ini tidak pernah sungguh - sungguh
 mencintai dirinya sendiri, juga tidak pernah menerima cinta kasih dari orang lain.
Jadi dia membuat sebuah keputusan kalau pada hari itu tidak akan mengemis lagi dan segera pulang ke rumah.
Setibanya di rumah, dia mencari sebuah botol untuk menaruh bunga mawar di dalamnya dan menempatkannya di atas meja untuk dipandangi baik-baik.
Tiba-tiba dia merasakan adalah kurang pantas kalau bunga indah ini ditaruh dalam botol yang begitu kotor, dia lalu membersihkan botol itu dan sekarang baru terasa layak sebagai wadah untuk mawar indah ini.
Setelah itu, timbul perasaannya bagaimana bunga yang begitu indah dan botol yang begitu bersih boleh ditempatkan dalam ruangan yang begitu kotor?
Jadi dia lalu membersihkan seluruh ruangan dan merapikan semua barang di dalam ruan­gan. Seketika seluruh ruangan terasa penuh dengan kehangatan dikarenakan adanya sekuntum bunga mawar ini.
Dia seperti lupa diri di mana berada pada saat ini, tapi selagi dia sedang terpesona oleh suasana ini, tiba-tiba dia menemukan cermin memantulkan bayangan seorang pria yang berwajah kotor dan rambut berantakan, tidak pernah terpikirkan olehnya bahwa ternyata begitulah penampilannya, dia merasa orang seperti ini adalah tidak pantas untuk berada di samping mawar yang indah ini.
Jadi dia segera pergi untuk mandi untuk pertama kalinya setelah beberapa tahun tidak pernah mandi, sehabis mandi dia mencari beberapa helai pakaian yang biar pun lama tapi agak bersih, juga mencukur janggut dan kumisnya,Lalu merapikan diri dari kepala sampai kakinya, kemudian melihat ke cermin, ternyata dia menemukan bayangan seorang pemuda tampan yang tidak pernah dibayangkannya.
Dia merasakan kalau penampi­lannya tidak jelek, mengapa harus menjadi pengemis?
Ini adalah untuk pertama kalinya dia bertanya pada diri sendiri sejak dirinya menjadi pengemis, batinnya seketika tersadarkan dan merasa­kan kalau sebetulnya dirinya tidak jelek, dia pun melihat pada segala sesuatu di dalam ruangan, lalu melihat pada sekuntum bunga mawar yang indah ini, seketika itu juga dia mengambil sebuah keputusan paling penting dalam hidupnya, mulai besok tidak akan mengemis lagi dan akan pergi mencari kerja yang layak.
Karena dia tidak takut kotor dan susah, maka dia dengan mudah mendapatkan pekerjaan, mungkin karena semangatnya terpacu oleh sekuntum bunga mawar mekar dalam hatinya, berkat kerja kerasnya, beberapa tahun kemudian pemuda ini berhasil menjadi seorang pengu­saha sukses.

Comments