Surabaya - Kebakaran yang meludeskan Kapal Siluman KRI Klewang senilai Rp 114 miliar diduga disabotase pihak-pihak yang tidak ingin Indonesia menjadi negara maritim yang tangguh.
Namun mantan Kasal Laksamana TNI (Pur) Tedjo Edhy Purdijatno meminta jangan mereka-reka penyebab kebakaran tersebut.
"Begini-begini, itu terlalu jauh. Biarkan diinvestigasi untuk melihat apa betul ada sabotase atau mungkin ada kesalahan teknis," katanya di sela acara Pelantikan Lembaga Sayap Partai NasDem Jawa Timur di Gelora Pancasila Surabaya, Sabtu (29/9/2012).
Ia mengatakan, PT Lundin (pembuat kapal siluman Klewang) duduk bersama dengan Departemen Pertahanan (Dephan) dan TNI Angkatan Laut dan melakukan investigasi penyebab kebakaran.
"Nanti dari hasil tim investigasi dijelaskan apa penyababnya. Jadi sekarang jangan mereka-reka, jangan menebak-nebak, mungkin ini mungkin itu. Jangan mungkin, tapi harus ada kepastian. Biarkan tim investigasi bekerja," terangnya.
Tedjo yang juga menjabat sebagai Ketua DPW Partai NasDem Jatim ini menerangkan, saat dirinya menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), kapal tersebut sudah didesain untuk menghadapi kebakaran.
"Sebetulnya sudah ada didesain situasi bagaiaman menangani kebakaran. Ya karena ini baru uji coba, belum bisa ready," katanya.
"Kan nanti uji coba juga akan dilakukan bagaimanan menangani kebakaran, bagaimana menanggulanginya, ini belum sempat dilatihkan, sudah terjadi seperti itu," tuturnya.
Ketika ditanya lebih lanjut, siapa yang harus bertanggungjawab dan harus mengganti kapal senilai Rp 114 miliar ini, Tedjo menegaskan, kapal tersebut sudah diasuransikan dan harus dibicarakan semua pihak antara PT Lundin, TNI AL dan Dephan.
"Ada asuransinya. Nanti dibicarakan antara TNI AL, Dephan, PT Lundin, duduk bersama mencari solusi yang terbaik," ujarnya.
Ia menegaskan lagi, agar semuanya berbicara sesuai dengan fakta yang ada dan tidak menggunakan asumsi mereka-reka. Serta membicarakan solusi ke depan yang terbaik.
"Ini kan tidak semua orang menginginkan kejadian seperti ini. Kalau kita cari salah-salah, ya nggak akan selesai di negara ini," jelasnya.
Namun mantan Kasal Laksamana TNI (Pur) Tedjo Edhy Purdijatno meminta jangan mereka-reka penyebab kebakaran tersebut.
"Begini-begini, itu terlalu jauh. Biarkan diinvestigasi untuk melihat apa betul ada sabotase atau mungkin ada kesalahan teknis," katanya di sela acara Pelantikan Lembaga Sayap Partai NasDem Jawa Timur di Gelora Pancasila Surabaya, Sabtu (29/9/2012).
Ia mengatakan, PT Lundin (pembuat kapal siluman Klewang) duduk bersama dengan Departemen Pertahanan (Dephan) dan TNI Angkatan Laut dan melakukan investigasi penyebab kebakaran.
"Nanti dari hasil tim investigasi dijelaskan apa penyababnya. Jadi sekarang jangan mereka-reka, jangan menebak-nebak, mungkin ini mungkin itu. Jangan mungkin, tapi harus ada kepastian. Biarkan tim investigasi bekerja," terangnya.
Tedjo yang juga menjabat sebagai Ketua DPW Partai NasDem Jatim ini menerangkan, saat dirinya menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), kapal tersebut sudah didesain untuk menghadapi kebakaran.
"Sebetulnya sudah ada didesain situasi bagaiaman menangani kebakaran. Ya karena ini baru uji coba, belum bisa ready," katanya.
"Kan nanti uji coba juga akan dilakukan bagaimanan menangani kebakaran, bagaimana menanggulanginya, ini belum sempat dilatihkan, sudah terjadi seperti itu," tuturnya.
Ketika ditanya lebih lanjut, siapa yang harus bertanggungjawab dan harus mengganti kapal senilai Rp 114 miliar ini, Tedjo menegaskan, kapal tersebut sudah diasuransikan dan harus dibicarakan semua pihak antara PT Lundin, TNI AL dan Dephan.
"Ada asuransinya. Nanti dibicarakan antara TNI AL, Dephan, PT Lundin, duduk bersama mencari solusi yang terbaik," ujarnya.
Ia menegaskan lagi, agar semuanya berbicara sesuai dengan fakta yang ada dan tidak menggunakan asumsi mereka-reka. Serta membicarakan solusi ke depan yang terbaik.
"Ini kan tidak semua orang menginginkan kejadian seperti ini. Kalau kita cari salah-salah, ya nggak akan selesai di negara ini," jelasnya.
Comments
Post a Comment